Tuesday, November 6, 2012

The Power Of Eyes ( Part 6 )


***

Aku menunduk, meneteskan air mata.
Karena itu adalah lagu yang ku buat khusus untuk Alfia sebelum Ia pergi ke Inggris, aku memang sangat mencintainya, tapi yang masih ku bingungkan adalah mengapa tadi aku mengecup kening Aly?

"Bagus, itu lagu siapa?" Ku dengar sebuah suara dari belakangku diiringi dengan tepukan tangan, akupun berbalik badan dan melihat siapa yang memujiku.

"Aly?" Tanyaku spontan begitu melihatnya berdiri di belakangku, aku langsung ngapus air mataku walaupun Aly nggak bisa ngeliat air mata ini. "Kamu nggak istirahat?" Tanyaku lagi.
"Pas denger suara piano, rasanya aku nggak mau istirahat." Jawabnya dan memegang tanganku seperti mencari keberadaanku. "Itu lagu siapa? Baru denger, tapi bagus."Lanjutnya.
"Lagu itu? Serius bagus? Itu ciptaanku, Aly."
"Kamu punya bakat berarti, Grey."
"Thanks, Aly."
"Boleh aku duduk?" Tanya Aly.
"Boleh kok!" Akupun membantu Aly duduk di depan piano.
"Grey, kamu kuliah?" Tanya Aly.
"Aku kuliah, minggu depan baru masuk semester pertama."
"Enak ya bisa kuliah."
"Kamu juga bisa kan, Aly? Kamu kuliah kan?"
"Aku kuliah? Lol no. Adanya aku malah dibully di kampus bukannya belajar."
"They will hate you, but I'll be standing right next to you, to support you, Aly." Ucapku yang duduk di sampingnya.
"Right next to me?" Tanya Aly.
"Yeah, right next to you." Balasku.
"Promise me that you'll always standing right next to me?" Aly menelapakkan tangannya di atas piano. "Promise me?" Lanjutnya.
"I promise, Aly." Balasku dan menaruh tanganku di atas tangan Aly.

I promise, Aly.


And I promise, Alfia.


I promise that I'll never change my love for Alfia.


And I promise that I'll be standing right next to you, Aly.


Two promises.


***


"Grey, tolong ambilin crayon biru dong!" Seru Aly yang sedang duduk di lantai yang sedang memegang crayon berwarna ungu.

"Here it is!" Akupun memberi crayon yang dipinta Aly.

Aly asik mencoret-coret di atas kertas putih dengan crayon-crayonnya, aku hanya melihatnya dengan tersenyum dan dilain sisi aku berfikir, mengapa Aly mencoret-coret kertas dengan crayon berwarna-warni padahal Ia sendiri tidak dapat melihat hasil coretannya?


"For ya, Grey."

Aly memberiku kertas yang Ia coret-coret tadi.
"Grey-lyssa?" Tanyaku begitu melihat kertas coretan Aly bertuliskan 'Grey-lyssa'.
"Yep, grey-lyssa. Supaya kamu selalu ada di samping aku, Grey." Jawab Aly. Jujur, aku sedikit kaget mendengar jawaban Aly.
"Kamu nggak usah bikin ini juga aku bakal terus di samping kamu, Aly." Balasku yang kemudian sebuah senyum manis muncul di wajah cantik Alyssa.
"Thanks, Grey." Aly memelukku, aku kaget banget waktu Aly meluk aku. Tapi aku nggak mungkin nolak.
"Anytime, Aly." Balasku membalas pelukannya.
"Promise me that you'll never leave me, and will always standing right next to me, Greyson."
"I will, Aly."
"Love you."

Apa? 'Love you'?

Aly bilang itu ke aku?
Jujur aku bingung harus jawab apa.

***

No comments:

Post a Comment